Tuesday, July 23, 2019

Ekosistem Danau Toba Menjadi Wisata Alam Menarik

Danau Toba menjadi tujuan ekowisata utama Indonesia: karnaval kemerdekaan Pesona Danau Toba berlangsung akhir pekan lalu selama dua hari di Danau Toba, danau terbesar kedua di dunia yang dikunjungi untuk pertama kalinya pernah oleh presiden Republik Indonesia.

Keindahan gunung-gunung dan danau-danau disinari secara luas oleh ribuan kembang api dan diiringi dengan musik kontemporer yang dibawakan oleh penyanyi-penyanyi populer Indonesia di panggung terapung pada Sabtu malam di Karnaval Kemerdekaan Danau Toba. Dan hari berikutnya ada parade yang menampilkan tarian daerah dan menampilkan kostum tradisional mereka yang penuh warna dari tujuh distrik di sekitar Danau Toba. Karnaval ini sangat meriah, dijiwai oleh puluhan ribu anak sekolah, penduduk dan pengunjung dari luar kota dan luar negeri.


Tugas melaksanakan acara besar dan rumit ini dilakukan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya dan stafnya, bekerja sama dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan seniman, yang semuanya patut dipuji. Bahkan selama 2 hari, Karnaval Danau Toba menjadi tema paling populer di jejaring sosial. Padahal, tujuan merayakan Hari Karnaval Nasional tahun ini memiliki alasan penting, yaitu untuk mengangkat dan merevitalisasi kawasan Danau Toba di Sumatera Utara, yang mendapat dukungan semua pihak.

Pariwisata Danau Toba akan menjadi salah satu tujuan ekowisata utama Indonesia, "tegas Presiden Joko Widodo, yang hadir di rangkaian karnaval selama dua hari. Kaldera yang megah muncul melalui letusan gunung kira-kira 75.000 tahun, bersama dengan budaya suku yang menarik. Batak dan aset alam yang berbeda ini harus dilestarikan dan dikembangkan untuk memberi manfaat bagi penduduk lokal dan meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia, kata Presiden.

Dalam tur inspeksi, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara juga menanam pohon buah-buahan, dan menginstruksikan Menteri Lingkungan Hidup untuk memastikan bahwa untuk melestarikan lingkungan, 1 juta pohon akan ditanam di sekitar Danau Toba sebelum Desember tahun. Taman bunga juga akan berlangsung segera. Presiden Joko Widodo dibakar.

Bandara Silangit diperluas, peningkatan infrastruktur

Untuk tujuan ini, Otoritas Pariwisata Danau Toba akan segera dibentuk, kata Presiden. Salah satu tugas utama adalah pengembangan langsung infrastruktur. Yang paling penting adalah perluasan bandara Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara, sekitar 1,5 jam dengan mobil dari Danau Toba. Jika saat ini lintasannya hanya 2.400 meter, maka akan bertambah sekitar 1.650 meter, dan lebarnya sekarang 30 meter hingga 45 meter. Pekerjaan ini diharapkan akan selesai pada Juli 2017. Juga akan ada ruang parkir tambahan untuk 4 pesawat ukuran B737-500.

Terminal juga akan dibangun dan diperluas dari 500 m2 menjadi 1.706 m2. dan menunjukkan desain khas rumah Batak dengan warna tradisional merah, putih dan hitam, kata Menteri Pariwisata Arief Yahya. Saat ini, Garuda mengoperasikan penerbangan dari Jakarta ke Silangit, dan sekarang maskapai ini juga menawarkan penerbangan harian dari Medan Kuala Namu ke Silangit. Hal yang sama berlaku untuk maskapai lain seperti Sriwijaya Air dan Susi Air.

Sementara itu, presiden juga berjanji bahwa feri akan ditambahkan untuk mempercepat kunjungan wisatawan dari Parapat ke Pulau Samosir. Perbaikan juga akan dilakukan di dermaga feri. Selain itu, untuk meningkatkan akses jalan dari Medan ke Danau Toba, yang saat ini membutuhkan waktu sekitar 5 jam, jalan tol akan dibangun dari bandara Kuala Namu ke Tebing Tinggi dan Pematang Siantar. Sementara itu, jalan-jalan di Pematang Siantar-Parapat akan diperluas untuk memungkinkan lebih banyak bus dan meningkatkan lalu lintas jalan.

Melalui kolaborasi erat antara Kementerian yang terlibat dalam Pemerintah Nasional dan pemerintah daerah di sekitar Danau Toba, industri dan partisipasi dan dukungan masyarakat. Semua ini dilakukan agar Danau Toba dan sekitarnya dapat mewujudkan masa depan yang lebih cerah melalui upaya pariwisata berkelanjutan.

Karnaval untuk Kebebasan Pesona Danau Toba, pada kenyataannya, meningkatkan antusiasme masyarakat dan berhasil mempromosikan budaya Batak ke audiens nasional dan internasional yang lebih luas. Semoga Indonesia menjadi lebih jaya.

BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

Halaman Berikutnya